Mitra BLUD
Berbasis Teknologi

Syncore Indonesia Dampingi Pelatihan Implementasi PPK BLUD Dinas Kesehatan Kota Medan

Pelatihan Implementasi PPK BLUD yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Medan berlangsung pada 4–6 dan 8–10 Juni 2026 di Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 41 puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Medan, dengan masing-masing puskesmas mengirimkan 4-6 peserta. Pelatihan menghadirkan Syncore Indonesia sebagai mitra pendamping dalam penguatan kapasitas pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata kelola BLUD, pengadaan barang dan jasa, serta praktik pengelolaan keuangan menggunakan sistem informasi BLUD.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Ibu Henny Savitri. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penerapan BLUD memberikan fleksibilitas kepada puskesmas dalam mengelola keuangan layanan kesehatan. Namun demikian, fleksibilitas tersebut harus tetap dijalankan secara tertib, transparan, efektif, efisien, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Medan untuk memperkuat kapasitas pengelola keuangan puskesmas. Penguatan kapasitas dinilai penting karena pengelolaan BLUD tidak hanya berkaitan dengan administrasi keuangan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Implementasi PPK BLUD, Syncore Indonesia, 2026

Penguatan Tata Kelola BLUD Melalui Pelatihan Terstruktur

Kegiatan Pelatihan Implementasi PPK BLUD menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Medan untuk memperkuat kapasitas pengelola keuangan puskesmas. Syncore Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kota Medan menyelenggarakan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat implementasi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai kelembagaan BLUD, fleksibilitas pengelolaan keuangan, tata kelola keuangan, serta kebutuhan teknis dalam implementasi BLUD. Selain menjadi forum peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan regulasi daerah yang mendukung penerapan BLUD secara optimal.

Pelatihan menghadirkan Niza Wibyana Tito, M.Kom., M.M., M.Ak., CAAT. sebagai narasumber utama yang dikenal sebagai pakar BLUD dari Syncore Indonesia. Dalam kegiatan pelatihan ditekankan pentingnya pemahaman yang utuh antara regulasi, perencanaan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan BLUD. Materi tidak hanya diberikan melalui paparan satu arah, tetapi juga melalui diskusi interaktif yang mendorong peserta menyampaikan pengalaman dan tantangan di puskesmas masing-masing. Dengan demikian, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara tata kelola yang baik dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Pemahaman tersebut diperlukan agar setiap keputusan yang diambil dapat mendukung efektivitas layanan sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan dana publik.

Praktik Pengelolaan Keuangan Melalui Syncore e-BLUD

Pelatihan Implementasi PPK BLUD tidak hanya berfokus pada teori. Peserta juga mengikuti sesi praktik penggunaan aplikasi Syncore e-BLUD yang menjadi sarana pendukung pengelolaan keuangan BLUD secara terintegrasi. Dalam sesi ini, peserta mempelajari proses penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), pencatatan penerimaan, pencatatan pengeluaran, hingga penyusunan laporan keuangan. Tim Syncore Indonesia mendampingi peserta secara langsung selama proses praktik berlangsung.

Pendekatan praktik dipilih agar peserta dapat memahami implementasi materi secara nyata. Melalui simulasi dan pendampingan, peserta memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan sistem yang digunakan untuk mendukung tata kelola keuangan BLUD secara lebih efektif. Kegiatan praktik juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh puskesmas dalam proses pengelolaan keuangan. Dengan demikian, solusi dapat dibahas langsung bersama narasumber dan tim pendamping selama pelatihan berlangsung.

Penguatan Pemahaman Pengadaan Barang dan Jasa

Selain materi tata kelola BLUD dan praktik input penggunaan Syncore e-BLUD, pelatihan juga membahas pengadaan barang dan jasa (PBJ) pada BLUD. Materi ini disampaikan oleh Bapak Tomy Darlinanto dan menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian peserta. Pembahasan meliputi konsep dasar dan prinsip pengadaan, para pihak dalam pengadaan, metode dan jenis pengadaan, serta etika pengadaan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai larangan, risiko hukum, pengantar pengadaan barang/jasa BLUD, dan bedah Peraturan Kepala Daerah tentang PBJ BLUD Kota Medan.

Pembahasan PBJ BLUD menjadi penting karena puskesmas membutuhkan tata kelola pengadaan yang tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa fleksibilitas BLUD tetap harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan pertanggungjawaban. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, dan diskusi teknis selama sesi berlangsung.

Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Implementasi PPK BLUD, Syncore Indonesia, 2026

Syncore Indonesia Dukung Peningkatan Kapasitas Pengelola BLUD

Keterlibatan Syncore Indonesia dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan tata kelola keuangan sektor publik. Pendampingan dilakukan melalui penyampaian materi, praktik penggunaan sistem, serta diskusi bersama peserta selama pelatihan berlangsung. Melalui pengalaman mendampingi berbagai BLUD di Indonesia, Syncore Indonesia membantu peserta memahami aspek regulasi sekaligus implementasinya di lapangan. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan keuangan BLUD.

Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Medan dan Syncore Indonesia diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengelola puskesmas dalam menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD secara optimal. Peningkatan kapasitas ini pada akhirnya mendukung terciptanya layanan kesehatan yang lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat implementasi BLUD di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Medan. Melalui kombinasi materi regulasi, penguatan tata kelola, pengadaan barang dan jasa, serta praktik penggunaan sistem, peserta memperoleh bekal yang lebih lengkap dalam menjalankan tugasnya. Dengan dukungan pendampingan dari Syncore Indonesia, penerapan Pelatihan Implementasi PPK BLUD diharapkan mampu memperkuat tata kelola BLUD dan mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan. 

Jumlah dilihat: 30 kali

Scroll to Top