Pola Tata Kelola SMKN- Pengelolaan Sumber Daya Manusia

SMKN BLUD : PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PART IIB

Artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai sub bab jenis pelayanan, prosedur pelayanan SPM.  Artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai standar pelayanan minimal, berikut pembahasannya:

Standar Pelayanan Minimal SMKN 1 Sambilegi

SPM setiap jenis pelayanan, indikator dan standar pelayanan di atas ditunjukan pada tabel berikut:

Jenis Pelayanan Mutu Pelayanan Dasar Pernyataan Standar Indikator Target Capaian Sekolah
Pelayanan Pendidikan oleh Satuan SMK 1.1 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar kompetensi lulusan Sesuai standar kelulusan siswa 1.1.1 Peserta didik memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME sesuai area kompetensi keagamaan 100% 90%
1.1.2 Peserta didik memiliki jiwa Kebangsaan dan cinta tanah air sesuai area kompetensi Kebangsaan dan Cinta Tanah Air 100% 90%
1.1.3 Peserta didik memiliki kepribadian jujur, mandiri, bertanggungjawab, dan berjiwa sosial sesuai standar area kompetensi Karakter Pribadi dan Sosial 100% 90%
1.1.4 Peserta didik diharapkan memiliki kesehatan secara jasmani maupun rohani sesuai area kompetensi sehat jasmani dan rohani 100% 95%
1.1.5 Peserta didik memiliki kemampuan literasi yang baik dan mumpuni sesuai area kompetensi Literasi 100% 90%
1.1.6 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif sesuai area kompetensi kreativitas 100% 90%
1.1.7 Peserta didik memiliki keterampilan Estetika yang baik sesuai area kompetensi estetika 100% 95%
1.1.8 Peserta didik memiliki kemampuan teknis yang memadai sesuai area kompetensi kemampuan teknis 100% 85%
1.1.9Peserta didik memiliki jiwa dan kemampuan berwirausaha yang baik sesuai area kompetensi kewirausahaan 100% 80%
1.2 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar isi Pelayanan pendidikan kejuruan sesuai standar isi 1.2.1 Sub standar kompetensi lulusan dan ruang lingkup materi setiap muatan

pembelajaran untuk setiap kelas pada tingkat dan jenis kompetensi dirumuskan dalam kurikulum SMK/MAK

100% 95%
 1.2.1 Sub standar kompetensi lulusan, ruang lingkup materi dan kurikulum tersebut dijabarkan ke dalam buku teks pelajaran 100% 95%
1.3 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar proses Sesuai standar proses pembelajaran di kelas 1.3.1 Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK dan kurikulum untuk pembelajaran di kelas 100% 100%
1.3.2 Proses pembelajaran yang di lakukan guru/instruktur sesuai standar prosedur pelaksanaan sistem pembelajaran di kelas 100% 90%
1.3.3 Guru/instruktur membuat penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sistem pembelajaran di kelas 100% 100%
Sesuai standar proses pembelajaran praktik 1.3.4 Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik dalam pembelajaran praktik 100% 90%
1.3.5 Guru/instruktur memberikan contoh dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan yang telah dicontohkan guru/instruktur dalma proses pemebelajaran praktik 100% 90%
1.3.6 Guru/instruktur melakukan penilaian sesuai dengan karakteristik keterampilan pembelajaran praktik 100% 100%
Sesuai standar proses pembelajaran sistem ganda 1.3.7 Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat perencanaan sistem ganda 100% 100%
1.3.8 Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG 100% 90%
1.3.9 Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan PSG 100% 100%
Sesuai standar proses pembelajaran sistem blok 1.3.10 Guru/instruktur melakukan perencanaan pembelajaran sistem blok 100% 100%
1.3.11 Guru/instruktur melakukan pelaksanaan pembelajaran sistem blok 100% 90%
1.3.12 Guru/instruktur melakukan penilaian proses pembelajaran sistem blok 100% 100%
1.4 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar penilaian Pendidikan Penilaian dilakukan berdasarkan standar penilaian pendidikan 1.4.1 Teknik penilaian berdasarkan prinsip penilaian 100% 95%
1.4.2 Penilaian dilakukan mengikuti prosedur 100% 90%
1.4.3 Penilaian pendidikan ditindaklanjuti. 100% 100%
1.5 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar tenaga kependidikan Sesuai standar kualifikasi guru 1.5.1 Ketersediaan guru sesuai standar kualifikasi guru 100% 90%
Sesuai standar kualifikasi instruktur kejuruan 1.5.2 Ketersediaan instruktur kejuruan sesuai standar kualifikasi instruktur kejuruan 100% 95%
Sesuai standar kompetensi guru umum dan kejuruan 1.5.3 Ketersediaan guru sesuai standar kompetensi guru umum dan kejuruan 100% 95%
Sesuai standar kompetensi instruktur kejuruan 1.5.4 Ketersediaan instruktur kejuruan sesuai standar kompetensi instruktur kejuruan 100% 95%
1.6 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar sarana dan prasarana Sekolah memenuhi kriteria minimum sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan 1.6.1 Lahan sekolah sesuai dengan standar prasarana dan sarana dan sarana 100% 100%
1.6.2 Bangunan sekolah sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 90%
1.6.3 Ruang pembelajaran umum sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 80%
1.6.4 Ruang Praktik/Laboratorium Umum sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 90%
1.6.5 Ruang Praktik/Laboratorium Keahlian sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 80%
1.6.6 Ruang Pimpinan dan Administrasi sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 90%
1.6.7 Ruang penunjang sesuai dengan standar prasarana dan sarana 100% 80%
1.7 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar pengelolaan Sekolah dikelola sesuai dengan standar pengelolaan pendidikan sekolah menengah kejuruan 1.7.1 Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan 100% 100%
1.7.2 Pelaksanaan pengelolaan dilakukan sesuai standar pengelolaa 100% 80%
1.7.3 Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan 100% 90%
1.7.4 Satuan pendidikan mengelola sistem informasi manajemen 100% 80%
1.8 Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar pembiayaan Pembiayaan pendidikan sesuai dengan standar pembiayaan standar nasional pendidikan 1.8.1 Siswa SMK yang miskin/kurang mampu dibebaskan dari beban biaya pendidikan 100% 85%
1.8.2 Pengelolaan dana yang masuk ke satuan pendidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel 100% 95%

 

Profil indikator Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan

  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar kompetensi lulusan
Indikator : Peserta didik memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME sesuai area kompetensi keagamaan
Tujuan : Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia
Definisi Operasional : A.1.1 memiliki pemahaman, penghayatan, dan kesadaran dalam mengamalkan ajaran agama yang dianut
A.1.2 memiliki pemahaman, penghayatan, dan kesadaran dalam berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia
A.1.3 memiliki pemahaman, penghayatan, dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai standar area kompetensi
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki jiwa Kebangsaan dan cinta tanah air sesuai area kompetensi Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Tujuan : Bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar memiliki jika kebangsaan dan cinta tanah air
Definisi Operasional : A.2.1 meyakini Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
A.2.2 memiliki kesadaran sejarah, rasa cinta, rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara
A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global
A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia
A.2.5 memiliki pemahaman, penghayatan, dan kesadaran untuk patuh terhadap hukum dan norma sosial                                                            A.2.6 memiliki kebiasaan, pemahaman, dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki kepribadian jujur, mandiri, bertanggungjawab, dan berjiwa sosial sesuai standar area kompetensi Karakter Pribadi dan Sosial
Tujuan : Bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar memiliki kepribadian jujur, mandiri, bertanggungjawab, dan berjiwa sosial
Definisi Operasional : A.3.1 memiliki kebiasaan, pemahaman, dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur
A.3.2 memiliki kemandirian dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya
A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok secara santun, efektif, dan produktif dalam melaksanakan tugas pekerjaannya
A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif
A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan
A.3.6 memiliki etos kerja yang baik dalam menjalankan tugas keahliannya
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai standar area kompetensi Karakter Pribadi dan Sosial
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik diharapkan memiliki kesehatan secara jasmani maupun rohani sesuai area kompetensi sehat jasmani dan rohani
Tujuan : Bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki jiwa yang sehat secara jasmani maupun rohani, sehingga peserta didik mampu menyerap pembelajaran di sekolah secara utuh dan maksimal
Definisi Operasional : A.4.1 memiliki pemahaman dan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja
A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya
A.4.3 menyadari potensi dirinya, tangguh mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi sehat jasmani dan rohani
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki kemampuan literasi yang baik dan mumpuni sesuai area kompetensi Literasi
Tujuan : Bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
Definisi Operasional : A.5.1 memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya
A.5.2 memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan tugas sesuai
keahliannya                                                                                                                                                                                                              A.5.3 memiliki pemahaman matematika dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.5 memiliki pemahaman konsep dan prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.6 memiliki kemampuan menggunakan teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.7 memiliki kemampuan mengekspresikan dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi literasi
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif sesuai area kompetensi kreativitas
Tujuan : Bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif
Definisi Operasional : A.6.1 memiliki kemampuan untuk mencari dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya
A.6.2 memiliki kemampuan bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi kreativitas
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki keterampilan Estetika yang baik sesuai area kompetensi estetika
Tujuan : Bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar memiliki kemampuan mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
Definisi Operasional : A.7.1 memiliki kemampuan mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai are kompetensi estetik
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki kemampuan teknis yang memadai sesuai area kompetensi kemampuan teknis
Tujuan : Bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan dasar dan kemampuan spesifik dalam bidang atau program keahlian tertentu
Definisi Operasional : A.8.1 memiliki kemampuan dasar dalam bidang keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
A.8.2 memiliki kemampuan spesifik dalam program keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan
A.8.3 memiliki pengalaman dalam menerapkan keahlian spesifik yang relevan dengan dunia kerja                                                                                        A.8.4 memiliki kemampuan menjalankan tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan
lingkungan
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi kemampuan teknis
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Peserta didik memiliki jiwa dan kemampuan berwirausaha yang baik sesuai area kompetensi kewirausahaan
Tujuan : Bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar memiliki jiwa berwirausaha, kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan memperhitungkan dalam mengelola usaha yang ada
Definisi Operasional : A.9.1 memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu
A.9.2 memiliki kemampuan memperhitungkan dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha
A.9.3 memiliki keinginan kuat dan kemampuan mengelola usaha dengan mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah siswa yang memenuhi kriteria sesuai area kompetensi kewirausahaan
Denominator : Jumlah seluruh siswa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar isi
Indikator : Sub standar kompetensi lulusan dan ruang lingkup materi setiap muatan pembelajaran untuk setiap kelas pada tingkat dan jenis kompetensi dirumuskan dalam kurikulum SMKN
Tujuan : Bertujuan untuk pengembangan SNP SMKN. Pengembangan standar isi SMKN mengacu pada standar kompetensi
lulusan yang mengintegrasikan ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Definisi Operasional : A. Sub standar kompetensi lulusan merupakan kemampuan yang harus dipenuhi oleh peserta didik, dan dikembangkan berdasarkan kriteria:
1. kemampuan yang diperlukan untuk menunjang sebuah pekerjaan;
2. deskripsi jenjang KKNI;
3. karakteristik bidang/program; dan
4. pengelompokan Kompetensi.B. Ruang lingkup materi pada SMKN terdiri atas kelompok muatan umum, kelompok muatan adaptif, dan kelompok muatan kejuruan.
Muatan umum sama untuk seluruh bidang keahlian. Muatan adaptif sama untuk semua program keahlian di bidang yang sama. Adapun muatan kejuruan bersifat spesifik untuk masing-masing program keahlian. Khusus untuk kelompok muatan kejuruan dicapai melalui satuan kompetensi yang mengacu pada skema sertifikasi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah sub standar kompetensi kelulusan dan ruang lingkup materi yang telah dirumuskan dalam kurikulum SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah sub standar kompetensi lulusan dan ruang lingkup materi di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Sub standar kompetensi lulusan, ruang lingkup materi dan kurikulum tersebut dijabarkan ke dalam buku teks pelajaran
Tujuan : Bertujuan agar sub standar kompetensi kelulusan dan ruang lingkup materi yang sudah dirumuskasn kedalam kurikulum dapat terlaksana melalui pembelajaran dengan buku teks yang akan mendukung pencapaian sub standar kompetensi lulusan tersebut
Definisi Operasional : Buku teks adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk digunakan pada satuan pendidikan. Sebagai media dan sumber pembelajaran, buku teks mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang diajarkan.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah sub standar kompetensi kelulusan, ruang lingkup materi, dan kurikulum yang telah dijabarkan dalam buku teks pelajaran di SMKN Sambilegi
Denominator : Jumlah sub standar kompetensi lulusan, ruang lingkup materi, dan kurikulum di SMKN Sambilegi
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar proses
Indikator : Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK dan kurikulum untuk pembelajaran di kelas
Tujuan : Tujuan dari Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi.
Definisi Operasional : Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut standar proses pembelajaran adalah kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran pada satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar Proses Pembelajaran di Kelas adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK/MAK dan kurikulum.
a. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka
konseptual program keahlian dan kompetensi keahlian.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dikembangkan dari silabus dan bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru yang membuat RPP dan silabus di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Proses pembelajaran yang di lakukan guru/instruktur sesuai standar prosedur pelaksanaan sistem pembelajaran di kelas
Tujuan : Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut standar proses pembelajaran adalah kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran pada satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi lulusan.
Definisi Operasional : Proses pembelajaran adalah interaksi antara sesama peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik, dan antara peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.                                                                                                                               2. Pelaksanaan
Guru/instruktur dalam melaksanakan pembelajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Kegiatan pendahuluan
Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan, guru/instruktur:
1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
2) memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan
sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;
3) melakukan aktivitas yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
4) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai; dan
5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
b. Kegiatan inti
Guru/instruktur menggunakan model pembelajaran sesuai karakteristik kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan bahan ajar yang tertuang dalam RPP. Guru/instruktur mendorong peserta didik belajar aktif dengan
memberi kesempatan bertanya, menyampaikan ide/gagasan, pendapat, berdiskusi, atau bentuk lain yang memotivasi belajar.
c. Kegiatan penutup
Pada kegiatan penutup, guru/instruktur dan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok:
1) melakukan refleksi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, hasil dan manfaat yang diperoleh;
2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3) merencanakan kegiatan tindak lanjut; dan
4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
Frekuensi Pengumpulan Data : tiap bulan
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru yang menerapkan kegiatan pendahuluan, pelaksanaan dan kegiatan penutup dalam proses pembelajaran di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur membuat penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sistem pembelajaran di kelas
Tujuan : Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses pembelajaran, agar kedepannya proses pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih baik
Definisi Operasional : 3. Penilaian Proses Pembelajaran
Penilaian Proses Pembelajaran merupakan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan. Hasil penilaian digunakan untuk merencanakan program perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan layanan konseling untuk mengatasi kesulitan
belajar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran;
b. fungsi penilaian sebagai diagnosis untuk perbaikan proses pembelajaran;
c. tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan dan pengayaan; dan
d. berbagai teknik penilaian dapat digunakan seperti penilaian diri, penilaian antar teman, kuis, dan pengamatan.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru yang melaporkan penilaian hasil pembelajaran di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik dalam pembelajaran praktik
Tujuan : Bertujuan untuk mempersiapkan proses pembelajarang yang akan di laksanakan, sehinga proses pembelajaran akan berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran
Definisi Operasional :  Sedangkan standar proses pembelajaran Praktik adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melakukan analisis karakteristik keterampilan di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur memberikan contoh dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan yang telah dicontohkan guru/instruktur dalma proses pemebelajaran praktik
Tujuan : Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan dasar maupun kemampuan spesifik peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan dan mempersiapkan diri peserta didik untuk terjun dalam dunia kerja maupun industri.
Definisi Operasional : 2. Pelaksanaan
a. Guru/instruktur memberi contoh dengan melakukan
demonstrasi keterampilan kepada peserta didik.                                                                                                                                                 b. Guru/instruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan keterampilan yang didemonstrasikan guru/instruktur dengan bimbingan.
c. Peserta didik mengerjakan keterampilan secara mandiri.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap bulan
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guur/instruktur yang memberikan contoh dan kesempatan kepada peserta didik di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur melakukan penilaian sesuai dengan karakteristik keterampilan pembelajaran praktik
Tujuan : Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses pembelajaran, supaya proses pembelajaran kedepannya berjalan lebih baik dari sebelum
Definisi Operasional : 3. Penilaian
Guru/instruktur melakukan penilaian sesuai dengan karakteristik keterampilan yang ada pada standar isi dan silabus setelah peserta didik bisa melakukan keterampilan tanpa bimbingan.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat perencanaan sistem ganda
Tujuan : Bertujuan untuk mempersiapakan proses pembelajaran pada sistem ganda, sehingga mampu berjalan dengan maksimal, maksimal, dan untuk mencapai kompetensi lulusan yang telah di tetapkan
Definisi Operasional : Pembelajaran Sistem Ganda, yang selanjutnya disingkat PSG adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dilaksanakan di SMK/MAK dan di dunia usaha/industri secara sistematis dan terpadu.                                                                           Pembelajaran pada Pendidikan Sistem Ganda
1. Perencanaan
Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat perencanaan sistem ganda dengan tahapan sebagai
berikut:
a. melakukan sinkronisasi kompetensi yang akan dicapai berkerjasama dengan dunia kerja;
b. menyusun modul dan jadwal pembelajaran; dan
c. membuat rencana pengujian dan sertifikasi.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang membuat perencanaan sistem ganda di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG
Tujuan : Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan membekali peserta didik kemampuan umum maupun spesifik untuk mencapai kompetensi lulusan, dan mempersiapkan untuk terjun ke dunia usaha dan industri
Definisi Operasional : Pembelajaran Sistem Ganda, yang selanjutnya disingkat PSG adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dilaksanakan di SMK/MAK dan di dunia usaha/industri secara sistematis dan terpadu.                                                                            2. Pelaksanaan
Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG dilakukan sebagai berikut:
a. pembimbing dunia kerja menyampaikan kompetensi yang akan dicapai peserta didik selama praktik kerja;
b. pembimbing dunia kerja menjelaskan prinsip kerja dan keselamatan kerja;
c. pembimbing dunia kerja memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melihat dan memperhatikan keterampilan kerja yang dilakukan oleh karyawan;
d. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dengan mengikutsertakan pada kelompok kerja karyawan;
e. peserta didik membantu dunia usaha/industri melakukan pekerjaan keterampilan tertentu; dan
f. pembimbing dunia usaha/industri melakukan bimbingan kerja terhadap peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja.
Frekuensi Pengumpulan Data : tiap bulan
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melaksanakan pembelajaran PSG sesuai dengan standar di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan PSG
Tujuan : Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran kedepannya menjadi lebih baik
Definisi Operasional : 3. Penilaian
Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan
format yang disepakati oleh guru/instruktur.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melporkan hasil penilaian di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur melakukan perencanaan pembelajaran sistem blok
Tujuan : Bertujuan mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran sistem blok agar berjalan maksimal dan sesuai standar
Definisi Operasional : Dalam melakukan pembelajaran sistem blok guru/instruktur melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. menganalisis skema sertifikasi yang harus dicapai peserta didik;
b. menguraikan hasil analisis dalam materi pembelajaran; dan
c. menetapkan waktu, sumberdaya, peralatan, dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang membuat perencanaan pembelajaran sistem blok di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar pembelajaran sistem blok di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur melakukan pelaksanaan pembelajaran sistem blok
Tujuan : Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan dasar maupun spesifik  kepada peserta didik untuk mempersiapkan diri terjun kedunia usaha dan dunia industri, dan untuk memnuhi kriteria kelulusan
Definisi Operasional : Pelaksanaan pembelajaran sistem blok dapat dilakukan di SMK/MAK, industri, atau secara bergantian di industri dan SMK/MAK sesuai dengan waktu, sumber daya, peralatan, dan bahan yang telah ditetapkan.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melaksanakan pembelajaran sistem blok sesuai dengan standar di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar sistem blok di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Guru/instruktur melakukan penilaian proses pembelajaran sistem blok
Tujuan : Bertujuan untuk evaluasi dan perbaikan pembelajaran sistem blok yang  telah dilaksanakan sebelumnya, agara pembelajaran sistem blok kedepannya menjadi lebih baik
Definisi Operasional : Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam subbab A angka 3 dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melporkan hasil penilaian proses pembelajaran sistem blok di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah guru/instruktur yang mengajar pembelajaran sistem blok di SMKN 1 Sambilegi
Standar :
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar penilaian
Indikator : 1.4.1 Teknik penilaian berdasarkan prinsip penilaian
Tujuan : Memperoleh informasi yang valid tentang efektivitas proses pembelajaran dan tingkat pencapaian hasil belajar.
Definisi Operasional : 1. Penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikanberdasarkan prinsip:
a. Sahih
b. Objektif
c. Adil
d. Terpadu
e. Terbuka
f. Menyeluruh dan berkesinambungan
g. Sistematis
h. Beracuan kriteria
i. Akuntabel
j. Reliabel
k. Autentik
2. Memiliki perangkat teknik penilaian lengkap
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah standar teknik penilaian yang dilaksanakan oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah standar teknik penilaian oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.4.2 Penilaian dilakukan mengikuti prosedur
Tujuan : Memperoleh informasi yang valid tentang efektivitas proses pembelajaran dan tingkat pencapaian hasil belajar.
Definisi Operasional : Penilaian dilakukan mengikuti prosedur penilaian oleh guru dan penilaian oleh satuan pendidikan sesuai standar penilaian.
1. Prosedur penilaian hasil belajar oleh pendidik:
a. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh pendidik mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
b. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama;
c. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
d. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan penilaian mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil penilaian mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya;
e. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan belajar, kelebihan, dan kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
f. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan; dan
g. Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
2. Prosedur penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan:
a. Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
b. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan;
c. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
d. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui daya serap materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
e. Pemanfaatan hasil analisis untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan; dan
f. Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang berupa angka dan/atau deskripsi.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah standar prosedur penilaian yang dilaksanakan oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah standar prosedur penilaian oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.4.3 Penilaian pendidikan ditindaklanjuti.
Tujuan : Meningkatkan mutu pembelajaran, lulusan, dan satuan pendidikan berdasarkan hasil penilaian
Definisi Operasional : Penilaian pendidikan ditindaklanjuti dengan memenuhi:
1. Penilaian pendidikan oleh guru yang telah dianalisis digunakan untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan
2. Penilaian pendidikan oleh satuan pendidikan yang telah dianalisis digunakan untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan
3. Pelaporan penilaian dilakukan secara periodik berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1tahun
Numerator : Jumlah standar kriteria penilaian pendidikan ditindaklanjuti yang dilaksanakan oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah standar kriteria penilaian pendidikan ditindaklanjuti oleh guru dan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan
Indikator : Ketersediaan guru sesuai standar kualifikasi guru
Tujuan : Ketersediaan guru yang sesuai dengan standar kualifikasi keahlian yang dimilik akan mendorong proses pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Definisi Operasional : 1. Kualifikasi Akademik Guru SMK/MAK melalui pendidikan formal Standar kualifikasi akademik guru SMK/MAK adalah jenjang pendidikan sedikitnya yang harus dipenuhi oleh seorang guru yang dibuktikan dengan ijazah sarjana (S1) atau sarjana terapan (D-IV) yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).                                                                                                                                                                                                    2. Kualifikasi Kompetensi profesional guru kejuruan SMK/MAK mengacu pada kompetensi sebagai guru dan kompetensi kerja yang berlaku di dunia usaha dan industri.
3. Kualifikasi kompetensi kerja guru kejuruan SMK/MAK yang dimaksud pada butir 2 memiliki jenjang 4 (empat) pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Frekuensi Pengumpulan Data : tiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru yang memenuhi standar kualifikasi guru SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah seluruh guru SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Ketersediaan instruktur kejuruan sesuai standar kualifikasi instruktur kejuruan
Tujuan : Ketersediaan instruktur kejuruan yang sesuai dengan standar kualifikasi keahlian yang dimilik akan mendorong proses pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Definisi Operasional : Kualifikasi akademik guru dan instruktur kejuruan merupakan tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi yang dibuktikan dengan ijazah. kualifikasi untuk instruktur kejuruan adalah sebagai berikut:                                                                                                                          1. Standar kualifikasi akademik instruktur kejuruan minimal memiliki ijazah SMK/MAK sesuai bidang kejuruan dan memiliki pengalaman kerja pada dunia usaha/industri yang relevan sekurang kurangnya 3 (tiga) tahun.
2. Kualifikasi instruktur kejuruan dapat juga diperoleh melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Jenjang IV
Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) yang dibuktikan dengan sertifikat keahlian.
3. Sertifikat keahlian instruktur kejuruan berasal dari Lembaga Sertifikasi yang diakui secara nasional dan/atau internasional.
Frekuensi Pengumpulan Data : tiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah instruktur kejuruan yang memenuhi standar kualifikasi instruktur kejuruan SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah seluruh instruktur kejuruan SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Ketersediaan guru sesuai standar kompetensi guru umum dan kejuruan
Tujuan : Ketersediaan guru umum dan kejurun yang sesuai dengan standar  kompetensi keahlian yang dimilik akan mendorong proses pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Definisi Operasional : Kompetensi guru pada umumnya mencakup 4 (empat) kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Kompetensi keahlian di bidang kejuruan yang merupakan kompetensi profesional, dibuktikan dengan sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar ini memfokuskan pada 4 (empat) dimensi kompetensi guru pada umumnya di atas yang dirumuskan dalam kompetensi dan subkompetensi. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru digunakan sebagai acuan bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan calon guru, dan menjadi acuan bagi direktorat jenderal yang menangani guru dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan karir guru. Standar kompetensi keahlian untuk guru umum dan guru kejuruan adalah sebagai berikut:                                                                                                                  1. PEDAGOGIK:
Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan peserta didik.                                                                                                   2. KEPRIBADIAN:
Kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan dalam bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.                                                                                                                                                                                                           3. SOSIAL:
Kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.                                                                                                                                         4. PROFESIONAL:
Kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.
Frekuensi Pengumpulan Data : tiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah guru umum dan guru kejuruan yang memenuhi standar kompetensi SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah seluruh guru umum dan guru kejuruan SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : Ketersediaan instruktur kejuruan sesuai standar kompetensi instruktur kejuruan
Tujuan : Ketersediaan instruktur kejuruan yang sesuai dengan standar kompetensi keahlian yang dimilik akan mendorong proses pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Definisi Operasional : sedangkan kualifikasi kompetensi keahlian untuk instruktur kejuruan adalah sebagai berikut:                                                                                                 1. PEDAGOGIK:
Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan  pembelajaran  yang  mendidik  dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya                                                                                                   2. KEPRIBADIAN:
Kemampuan kepribadian yang sekurang-kurangnya  mencakup  kepribadian yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, arif dan bijaksana, demokratis, mantap, berwibawa, stabil, dewasa, jujur, sportif, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan                                                                                                                   3. SOSIAL:
Kemampuan sebagai  bagian  dari masyarakat    yang    sekurang-kurangnya    meliputi kompetensi untuk berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun, menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional, bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesamapendidik,  tenaga  kependidikan,  pimpinan  satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik, bergaul  secara  santun  dengan  masyarakat  sekitar dengan  mengindahkan  norma  serta  sistem  nilai yang berlaku, dan menerapkan   prinsip   persaudaraan   sejati   dan semangat kebersamaan.                                                                                                 4. PROFESIONAL:
kemampuan dalam menguasai  pengetahuan  bidang  ilmu  pengetahuan, teknologi,  dan/atau  seni  dan  budaya  yang
diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan  standar  isi  program  satuan  pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu, dan penguasaan konsep  dan  metode  disiplin  keilmuan, teknologi, atau  seni  yang  relevan,  yang  secara  konseptual menaungi  atau  koheren  dengan  program  satuan pendidikan,  mata  pelajaran,  dan/atau  kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah instruktur kejuruan yang memenuhi standar kompetensi SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah seluruh instruktur kejuruan SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar sarana dan prasanara
Indikator : 1.6.1 Lahan sekolah sesuai dengan standar prasarana dan sarana dan sarana
Tujuan : Lahan sekolah yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Lahan merupakan sebidang tanah yang di atasnya terdapat prasarana SMK. Standar lahan SMK:
1. Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani 39 rombongan belajar.
2. Koefisien Dasar Bangunan maksimum 30% (tiga puluh persen).
3. Lokasi lahan sesuai peruntukan yang diatur dalam peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kota, rencana detail tata ruang kota, atau peraturan zonasi yang mengikat dan mendapatkan izin pemanfaatan tanah dari pemerintah daerah setempat.
4. Lahan relatif datar untuk didirikan bangunan, tidak berbukit atau kontur naik turun secara mencolok/garis kontur terlalu rapat.
5. Lahan tidak berada di dalam garis sempadan sungai/danau/laut, jalur kereta api, atau yang dapat membahayakan/berpotensi merusak sarana dan prasarana, dan mempunyai akses memadai untuk mobilitas peralatan pemadam kebakaran.
6. Status kepemilikan/pemanfaatan hak atas tanah tidak dalam sengketa, dan memiliki sertifikat tanah atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 10 (sepuluh) tahun.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar lahan yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar lahan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.2 Bangunan sekolah sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Bangunan sekolah yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Bangunan merupakan gedung yang digunakan untuk menjalankan fungsi pendidikan. Kriteria standar bangunan SMK mengacu pada beberapa hal sebagai berikut:
1. Penentuan luas bangunan sesuai standar
2. Bangunan memenuhi ketentuan bangunan
3. Bangunan memenuhi persyaratan keselamatan
4. Bangunan memenuhi persyaratan kesehatan
5. Bangunan memenuhi persyaratan kemudahan dan kenyamanan
6. Bangunan bertingkat memenuhi persyaratan
7. Bangunan dilengkapi instalasi listrik yang memenuhi Peraturan Umum Instalasi Listrik, dengan daya listrik sesuai dengan kebutuhan
8. Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang, dilaksanakan, dan diawasi dengan melibatkan tenaga profesional
9. Kualitas bangunan disesuaikan kondisi dan potensi setempat dengan mengacu pada ketentuan tentang kualitas bangunan yang ditetapkan oleh kementerian terkait
10. Bangunan baru SMK dapat bertahan minimum 20 (dua puluh) tahun
11. Perawatan bangunan merujuk pada ketentuan peraturan perundang undangan tentang pemeliharaan berkala bangunan gedung.
12. Bangunan dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar bangunan yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar bangunan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.3 Ruang pembelajaran umum sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Ruang pembelajaran umum yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Ruang pembelajaran umum diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Standar Ruang Pembelajaran Umum memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana:
1. Ruang kelas.
2. Laboratorium bahasa.
3. Ruang perpustakaan.
4. Ruang TIK.
5. Ruang seni budaya, prakarya, dan kewirausahaan, dan
6. Ruang/Lahan/Ruang bermain/berolahraga/berkesenian/ upacara
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar ruang pembelajaran umum yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar ruang pembelajaran umum sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.4 Ruang Praktik/Laboratorium Umum sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Ruang praktik/laboratorium umum yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Ruang praktik/laboratorium umum untuk meningkatkan kemampuan literasi ilmu-ilmu dasar dan ilmu pengetahuan alam terapan serta kemampuan dasar bidang keahlian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Standar Ruang Praktik/Laboratorium Umum memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana:
1. Laboratorium IPA terapan
2. Ruang pengantar pariwisata
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar ruang praktik/laboratorium umum yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar ruang praktik/laboratorium umum sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.5 Ruang Praktik/Laboratorium Keahlian sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Ruang praktik/laboratorium keahlian yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Ruang praktik/laboratorium keahlian digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian spesifik yang relevan dengan dunia usaha/industri. Standar Ruang Praktik/Laboratorium Keahlian memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana:
1. Ruang praktik Kompetensi Keahlian Usaha Perjalanan Wisata
2. Ruang praktik Kompetensi Keahlian Perhotelan
3. Ruang praktik Kompetensi Keahlian Tataboga
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar ruang praktik/laboratorium keahlian yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar ruang praktik/laboratorium keahlian sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.6 Ruang Pimpinan dan Administrasi sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Ruang pimpinan dan administrasi yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Standar Ruang Pimpinan dan Administrasi memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana:
1. Ruang pimpinan/kepala sekolah,
2. Ruang wakil kepala sekolah,
3. Ruang guru/pendidik, dan
4. Ruang tata usaha.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar ruang pimpinan dan administrasi yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar ruang pimpinan dan administrasi sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.6.7 Ruang penunjang sesuai dengan standar prasarana dan sarana
Tujuan : Ruang penunjang yang memadai untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran bermutu.
Definisi Operasional : Standar Ruang Penunjang memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana:
1. Ruang ibadah,
2. Ruang Unit Kesehatan Sekolah,
3. Ruang Bimbingan dan Konseling,
4. Ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah,
5. Jamban,
6. Ruang perawatan/perbaikan sarana dan prasarana,
7. Gudang,
8. Ruang sirkulasi,
9. Kantin, dan
10. Tempat parkir.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar ruang penunjang yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar ruang penunjang sekolah menengah kejuruan
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar pengelolaan
Indikator : 1.7.1 Sekolah melakukan perencanaan dan pengorganisasian pengelolaan
Tujuan : mampu menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu dalam rangka menyiapkan kualitas lulusan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
Definisi Operasional : Perencanaan, yaitu menyusun dan menetapkan visi, misi, dan tujuan SMK apa yang ingin dicapai dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki, sesuai kebijakan dan peraturan yang berlaku. Perencanaan pengelolaan sekolah mencakup:
1. Memiliki visi, misi, dan tujuan sebagai acuan dalam menyusun RKJM dan RKT dengan mempertimbangkan saran dari komite sekolah dan partisipasi masyarakat.
2. Merumuskan dan menetapkan RKJM dan RKT sesuai ketentuan
3. Perencanaan dilakukan bersama pemangku kepentingan serta disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan satuan pendidikan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar perencanaan dan pengorganisasian pengelolaan yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar perencanaan dan pengorganisasian pengelolaan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.7.2 Pelaksanaan pengelolaan dilakukan sesuai standar pengelolaa
Tujuan : Pengelolaan sekolah dilakukan sesuai standar pengelolaan dalam rangka menyelenggarakan pendidikan yang bemutu
Definisi Operasional : Standar pelaksanaan pengelolaan sekolah meliputi:
1. Pelaksanaan
2. Penganggaran
3. Pengendalian
4. Evaluasi
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar pelaksanaan pengelolaan yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar pelaksanaan pengelolaan sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

 

Indikator : 1.7.3 Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan
Tujuan : Sekolah menengah kejuruan dipimpin oleh kepala sekolah yang berkinerja baik sesuai dengan standar pengelolaan
Definisi Operasional : Kepala SMK dalam mengembangkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan secara efektif  dalam melaksanakan tugas kepemimpinan. Prinsip-prinsip kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala
SMK/MAK meliputi:
a. prinsip konstruktif
b. prinsip kreatif
c. prinsip partisipatif
d. prinsip kooperatif
e. prinsip persuasif
f. prinsip rasionalitas dan obyektivitas
g. prinsip pragmatisme
h. prinsip adaptabilitas dan fleksibilitasKepala SMK perlu memiliki kompetensi wirausaha yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Karakteristik Kepala SMK yang mempunyai kompetensi wirausaha di antaranya sebagai berikut:
a. optimistis
b. keberanian mengambil resiko
c. semangat juang
d. integritas
e. budaya unggul
f. berpikir kedepan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar berkinerja baik dalam tugas kepemimpinan yang dipenuhi oleh Kepala SMK
Denominator : Jumlah kriteria standar berkinerja baik dalam tugas kepemimpinan oleh Kepala SMK
Standar : 1

 

Indikator : 1.7.4 Satuan pendidikan mengelola sistem informasi manajemen
Tujuan : Pengelolaan sistem informasi manajemen sesuai dengan standar pengelolaan
Definisi Operasional : Sekolah menengah kejuruan memiliki dan mengelola sistem informasi manajemen yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Dalam rangka pengelolaan sistem informasi manajemen, SMK melakukan sebagai berikut:
a. mengembangkan sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan dan pembelajaran yang efektif, efisien, dan akuntabel menuju manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
b. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai selaras dengan Data Pokok Pendidikan atau Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan;
c. menyediakan fasilitas informasi yang efektif, efisien, dan mudah diakses untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran; dan
d. membentuk tim yang bertanggungjawab tentang pengelolaan sistem informasi manajemen.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar pengelolaan sistem informasi manajemen yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar pengelolaan sistem informasi manajemen sekolah menengah kejuruan
Standar : 1
  1. Cakupan pelayanan pendidikan sesuai standar pembiayaan
Indikator : 1.8.1 Siswa SMK yang miskin/kurang mampu dibebaskan dari beban biaya pendidikan
Tujuan : Terjaminnya keberlangsungan pendidikan siswa SMK yang miskin/kurang mampu
Definisi Operasional : Siswa SMK yang miskin/kurang mampu dibebaskan dari beban biaya pendidikan. Penggolongan siswa SMK yang miskin/kurang mampu dilakukan berdasarkan data siswa yang memiliki surat keterangan tidak mampu.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Total subsidi yang diberikan oleh Sekolah kepada siswa yang memiliki surat keterangan tidak mampu
Denominator : Total biaya pendidikan siswa yang memiliki surat keterangan tidak mampu
Standar : 1

 

Indikator : 1.8.2 Pengelolaan dana yang masuk ke satuan pendidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel
Tujuan : Dana SMK yang masuk dikelola secara transparan dan akuntabel
Definisi Operasional : Penglolaan dana yang masuk ke satuan pendidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel memuat:
a. Tedapat Sumber alokasi dana yang jelas
b. Terdapat laporan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah
c. Laporan keuangan dapat diakses oleh pemangku kepentingan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar pengelolaan dana secara tranparan dan akuntabel yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar pengelolaan dana secara tranparan dan akuntabel sekolah menengah kejuruan
Standar : 1

Standar Pelayanan Minimal Teaching Factory

Jenis Pelayanan Mutu Pelayanan Dasar Pernyataan Standar Indikator Target Capaian Sekolah
Pelayanan Pendidikan Tefa 1.1 Manajemen Pengelolaan Tefa

 

 

Manajemen pengelolaan Tefa mencakup parameter manajemen Tefa

 

 

1.1.1 Tefa melakukan administrasi keuangan sesuai prosedur akuntansi yang standar 100% 90%
1.1.2 Tefa memiliki struktur organisasi dan jobdesk dalam bentuk formal 100% 100%
1.1.3 Tefa memiliki SOP dan alur kinerja yang tersusun dan dilaksanakan secara konsisten 100% 95%
1.2 Tempat praktik Tefa

 

 

 

 

Tempat praktik Tefa memenuhi standar tempat praktik

 

 

 

 

1.2.1 Tefa memiliki peralatan sesuai standar 100% 80%
1.2.2 Terdapat tata kelola penggunaan alat 100% 85%
1.2.3 Ruang praktik Tefa memenuhi standar sarana dan prasarana 100% 90%
1.2.4 Tefa memiliki Manajemen Maintenance, Repair & Calibrasion (MRC) 100% 85%
1.2.5 Terdapat penataan (layout) tempat praktik 100% 90%
1.3 Pola Pembelajan/Training Tefa

 

 

 

 

Pola Pembelajan/Training Tefa diarahkan pada pembelajaran berbasis Tefa berdasarkan standar

 

 

 

 

1.3.1 Tefa memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa/Jobsheet (LKS) 100% 100%
1.3.2 Tefa memiliki bahan praktik untuk proses produksi atau pelayanan sesuai permintaan konsumen 100% 80%
1.3.3 Pelaksanaan pendidikan dan latihan 100% 90%
1.3.4 Terdapat kegiatan pengajar/instruktur sesuai tupoksi dan job order industri 100% 85%
1.3.5 Pola pembelajaran/training berbasis corporate culture 100% 90%
1.4 Marketing-Promosi Teaching Factory

 

 

 

 

Tefa memiliki marketing-promosi sesuai standar Tefa

 

 

 

1.4.1 Tefa memiliki Marketing & Promotion Plan 100% 80%
1.4.2 Tefa memiliki media komunikasi untuk menjangkau pasar 100% 85%
1.4.3 Tefa memiliki brosur/leaflet/sarana lain (website, CD, dan lain-lain.) 100% 90%
1.4.4 Tefa memiliki jangkauan pasar 100% 90%
1.4.5 Terdapat penanggung jawab marketing Tefa 100% 100%
1.5 Produk – Jasa yang dihasilkan dari Teachin factory

 

 

 

 

Tefa memiliki produk – Jasa sesuai standar Tefa

 

 

 

 

1.5.1 Produk/jasa yang dihasilkan sesuai standar dan sesuai dengan kebutuhan internal 100% 79%
1.5.2 Produk/jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar 100% 80%
1.5.3 Delivery produk/jasa tepat waktu 100% 90%
1.5.4 Qualitas produk/jasa yang dihasilkan sesuai standar dan harga yang diberikan dapat bersaing dengan produk/jasa sejenis di pasaran 100% 80%
1.5.5 Produk/jasa memiliki quality control yang sesuai standar 100% 85%
1.6 SDM yang dimiliki Teaching Factory

 

 

 

 

SDM yang dimiliki Teaching Factory sesuai standar Tefa

 

 

 

 

6.1.1 Kompetensi SDM teaching factory sesuai standar tefa 100% 90%
6.1.2 Jumlah dan kesesuain SDM untuk menjalankan tefa sudah memenuhi 100% 90%
6.1.3 SDM tefa memiliki motivasi untuk menjalankan tefa 100% 85%
6.1.4 SDM tefa memiliki kemampuan inovasi 100% 85%
6.1.5 SDM tefa memiliki team work yang saling mendukung 100% 87%
1.7 Hubungan Industri yang dimiliki Tefa

 

 

Tefa memiliki hubungan industri yang baik dengan duni usaha, dunia industri maupun masyarakat

 

 

7.1.1 Memiliki bentuk kerja sama sesuai standar tefa 100% 85%
7.1.2 Pelaksanaan tefa didasarkan pada project work 100% 90%
7.1.3 Adanya transfer teknologi dari industri ke SMKN 100% 80%

 

  Profil Indikator Standar Pelayanan Minimal Tefa

  1. Manajemen Pengelolaan Tefa
Indikator : 1.1.1 Tefa melakukan administrasi keuangan sesuai prosedur akuntansi yang standar
Tujuan :  Pencatatan transaksi dalam pengelolaan teaching factory menggunakan prosedur akuntansi standar
Definisi Operasional : Tefa melakukan administrasi keuangan sesuai prosedur akuntansi yang standar sebagai berikut:
1. Melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran keuangan pada kegiatan pembelajaran teaching factory sekolah
2. Menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap bulan (laporan penerimaan dan pengeluaran) setiap persemester (laporan keuangan)
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar administrasi keuangan yang dipenuhi oleh sekolah menengah kejuruan
Denominator : Jumlah kriteria standar administrasi keuangan sesuai standar prosedur akuntansi
Standar : 1

 

Indikator : 1.1.2 Tefa memiliki struktur organisasi dan jobdesk dalam bentuk formal
Tujuan :  Struktur organisasi Tefa telah formal disertai dengan job decription
Definisi Operasional : Standar struktur organisasi dan jobdesk di Tefa pada SMKN 1 Sambilegi:
1. Struktur organisasi dalam bentuk formal melalui SK Kepala Sekolah
2. Struktur organisasi disertai dengan jobdesk
3. Struktur organisasi Tefa terintegrasi ke dalam struktur sekolah
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 tahun
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria struktur organisasi dan jobdesk yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria struktur organisasi dan jobdesk SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.1.3 Tefa memiliki SOP dan alur kinerja yang tersusun dan dilaksanakan secara konsisten
Tujuan :  Kegiatan Tefa sesuai dengan SOP yang telah disahkan dan dilaksanakan secara konsisten
Definisi Operasional : Tefa memiliki SOP dan alur kinerja yang tersusun dan dilaksanakan secara konsisten dengan karakteristik sebagai berikut:
1. SOP dan alur kinerja setiap unit/sub unit sudah tersusun dan ditandatangi oleh Kepala Sekolah
2. SOP dan alur kinerja menunjukkan dengan jelas siapa yang menangani dan bertanggungjawab
2. SOP disosialisasikan dan ditempelkan pada tempat yang strategis
3. SOP diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar struktur organisasi dan jobdesk yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar struktur organisasi dan jobdesk SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

  1. Tempat praktik Tefa
Indikator : 1.2.1 Tefa memiliki peralatan sesuai standar
Tujuan :  Peralatan Tefa memadai sehingga siswa memiliki kesempatan yang cukup untuk mencapai kompetensi yag dipersyaratkan
Definisi Operasional : Tefa memiliki peralatan sesuai standar sebagai berikut:
1. Peralatan sesuai dengan standar ruang praktik keahlian Permendikbud 34 Tahun 2018 Lampiran VI
2. Rasio alat praktek dan siswa adalah 1:1
3. Peralatan selalu dalam kondisi siap pakai (terdapat Maintenance and Repair yang baik)
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar struktur organisasi dan jobdesk yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar struktur organisasi dan jobdesk SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.2.2 Terdapat tata kelola penggunaan alat
Tujuan :  SOP pemakaian dan peminjaman serta inventarisasi dijalankan secara konsisten
Definisi Operasional : Tata kelola penggunaan alat meliputi:
1. Tata kelola pemakaian dan peminjaman alat dikelola dengan SOP yang jelas
2. Inventarisasi peralatan dilaksanakan dengan konsisten
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar tata kelola penggunaan alat yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar tata kelola penggunaan alat SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.2.3 Ruang praktik Tefa memenuhi standar sarana dan prasarana
Tujuan :  Ruang praktik tefa menuhi standar sarana dan prasarana
Definisi Operasional : Standar ruang praktik Tefa sebagai berikut:
1. Luas ruang memadai (cukup longgar)
2. Ruang workshop tertata rapi dan bersih
3. Memperhatikan faktor keselamatan dan alur kerja
4. Tersedia area kerja, alat maupun material yang memadai
5. Ruangan memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara baik
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar sarana dan prasarana Tefa yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar sarana dan prasarana Tefa SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.2.4 Tefa memiliki Manajemen Maintenance, Repair & Calibrasion (MRC)
Tujuan :  MRC dilaksanakan dengan baik sehingga fasilitas selalu siap pakai
Definisi Operasional : Manajemen maintenance, repair, & calibrasion (MRC) yang dimiliki oleh Tefa memiliki standar:
1. Manajemen MRC tersusun dengan baik dengan penanggung jawab yang jelas
2. Fasilitas Tefa selalu dalam keadaan bersih, standar, dan siap pakai
3. Terdapat kartu maintanance di mesin/alat Tefa
4. Ada data histori MRC
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar manajemen MRC yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar manajemen MRC SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.2.5 Terdapat penataan (layout) tempat praktik
Tujuan :  Layout ruang praktk sesuai standar yang diterapkan industri
Definisi Operasional : Penataan (layout) tempat praktik meliputi:
1. Penataan (layout) tempat praktik diatur sesuai dengan fungsinya
2. Penataan (layout) tempat praktik diatur dengan rapi sesuai dengan kompetensinya
3. Penataan (layout) tempat praktik memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan kesehatan (K3)
4.  Dilengkapi dengan simbol-simbol K3 pada setiap ruang dan jenis pekerjaan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar penataan (layout) tempat praktik yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar penataan (layout) tempat praktik SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

  1. Pola Pembelajan/Training Tefa
Indikator : 1.3.1 Tefa memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa/Jobsheet (LKS)
Tujuan :  Materi praktik dirancang berdasarkan produk/jasa dan dirinci kedalam SK/KD
Definisi Operasional : Tefa memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LKS (Jobsheet) yang meliputi:
1. Materi praktik diambil dari produk atau bagian produk dan untuk tujuan pencapaian SK/KD tuntutan kurikulum (melalui sinkronisasi kurikulum)
2. Hasil praktik merupakan produk yang layak jual/sesuai tuntutan pelanggan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kriteria standar penataan (layout) tempat praktik yang dipenuhi oleh SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kriteria standar penataan (layout) tempat praktik SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 1.3.2 Tefa memiliki bahan praktik untuk proses produksi atau pelayanan sesuai permintaan konsumen
Tujuan :  Bahan praktik mencukupi untuk proses produksi atau pelayaan Tefa
Definisi Operasional : Tefa memiliki bahan praktik yang mampu memenuhi  produksi/layanan jasa untuk tujuan menghasilkan produk/jasa sesuai permintaan konsumen
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah bahan praktik yang dipenuhi
Denominator : Jumlah bahan praktik yang dibutuhkan untuk proses produksi/pelayanan
Standar : 1

 

Indikator : 1.3.3 Pelaksanaan pendidikan dan latihan
Tujuan :  Aktivitas pembelajaran meruakan unit kerja dari Tefa
Definisi Operasional : Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan di Tefa menyatu dengan proses produksi/layanan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan di Tefa yang menyatu dengan proses produksi/layanan
Denominator : Jumlah rencana kegiatan pendidikan dan pelatihan di Tefa
Standar : 1

 

Indikator : 1.3.4 Terdapat kegiatan pengajar/instruktur sesuai tupoksi dan job order industri
Tujuan :  Guru/instruktur melakukan tupoksi dan job order industri untuk menjamin produk/jasa yang selesai
Definisi Operasional : Kegiatan pengajar dalam Tefa meliputi:
1. Kegiatan pengajar/instruktur menjalankan tugas dan fungsi sebagai guru
2. Kegiatan melaksanakan pekerjaan produksi/jasa dari pelanggan yang tidak bisa terselesaikan oleh siswa akibat keterbatasan waktu karena masih terikat jadwal
pendidikan
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah guru/instruktur yang melakukan kegiatan pengajar/instruktur sesuai tupoksi dan job order industri
Denominator : Jumlah guru kompetensi keahlian/instruktur Tefa
Standar : 1

 

Indikator : 1.3.5 Pola pembelajaran/training berbasis corporate culture
Tujuan :  Siswa terbiasa menyelesaikan pekerjaan dengan etos kerja industri
Definisi Operasional : Pola pembelajaran/training pada Tefa berbasis corporate culture sehingga siswa melaksanakan praktik dalam suasana dan etos kerja sebagaimana yang dituntut oleh industri. Pola pembelajaran/training berbasis corposate culture dirumuskan dalam kurikulum pembelajaran dengan subkompetensi terdiri dari:
1. Memahami pentingnya etos kerja dalam karier hidupnya
2. Meningkatkan etos kerja guna mendukung pelaksanaan tugas pekerjaannya
3. Memberikan kontribusi dalam membangun semangat kerja yang baik di tempat kerjanya.
Frekuensi Pengumpulan Data : 1 semester
Periode Analisa : 1 tahun
Numerator : Jumlah muatan kurikulum Tefa yang telah sesuai dengan standar kelulusan dan standar isi bagian etos kerja
Denominator : Jumlah muatan kurikulum Tefa sesuai dengan standar kelulusan dan standar isi bagian etos kerja
Standar : 1

 

  1. Marketing-Promosi Teaching Factory
Indikator : 1.4.1 Tefa memiliki Marketing & Promotion Plan
Tujuan :  Tefa memiliki target dan segmentasi/market yang jelas
Definisi Operasional :  Tefa memiliki Marketing & Promotion Plan meliputi:

1.     Memiliki marketing dan promotion plan yang diimplementasikan dengan target yang jelas

2.     Memiliki marketing dan promotion plan yang diimplementasikan dengan segmentasi/market yang jelas

3.     marketing dan promotion plan didukung oleh dana yang memadai

Frekuensi Pengumpulan Data :  1 Semester
Periode Analisa :  1 Tahun
Numerator :  Jumlah kriteria standar marketing & promotion plan yang dipenuhi oleh Tefa
Denominator :  Jumlah kriteria standar marketing & promotion plan Tefa
Standar :  100%

 

Indikator : 1.4.2 Tefa memiliki media komunikasi untuk menjangkau pasar
Tujuan :  Kemampuan Tefa diketahui oleh target pasar sehingga mendatangkan job order
Definisi Operasional :  Tefa memiliki media komunikasi untuk menjangkau pasar

1.     media komunikasi telah menjangkau seluruh segmentasi/market yang sudah ditentukan

2.     menerima tawaran job order rutin dan berkala karena kemampuan Tefa telah dikenal baik

Frekuensi Pengumpulan Data :  1 Semester
Periode Analisa :  1 Tahun
Numerator :  Jumlah kriteria standar media komunikasi untuk menjangkau pasar yang dipenuhi oleh Tefa
Denominator :  Jumlah kriteria standar media komunikasi untuk menjangkau pasar Tefa
Standar :  100%

 

Indikator : 1.4.3 Tefa memiliki brosur/leaflet/sarana lain (website, CD, dan lain-lain.)
Tujuan :  Tefa memiliki sarana utuk promosi yang ditujukan kepada segmen
Definisi Operasional : Tefa memiliki brosur/leaflet/sarana lain (website, CD, dan lain-lain.)

1.     Tefa memiliki brosur/leaflet/sarana lain

2.     Penggunaan brosur/leaflet/sarana lain sudah optimal dilihat dari hasil indikator 1.4.2 media komunikasi untuk menjangkau pasar

Frekuensi Pengumpulan Data :  1 Semester
Periode Analisa :  1 Tahun
Numerator :  Jumlah kriteria standar marketing & promotion plan yang dipenuhi oleh Tefa
Denominator :  Jumlah kriteria standar marketing & promotion plan Tefa
Standar :  100%

 

Indikator : 1.4.4 Tefa memiliki jangkauan pasar
Tujuan :  Tefa mendapatkan job order dari jangkauan pasaar Tefa
Definisi Operasional :  Marketing-promosi menjangkau pasar diukur dari adanya job order dari internal dan atau eksternal SMK
Frekuensi Pengumpulan Data :  1 Semester
Periode Analisa :  1 Tahun
Numerator : Jumlah order yang diterima oleh Tefa
Denominator :  Jumlah order yang diestimasikan diterima
Standar :  100%

 

Indikator : 1.4.5 Terdapat penanggung jawab marketing Tefa
Tujuan : Tefa memiliki penanggung jawab marketig untuk menjamin marketing-promosi Tefa berjalan
Definisi Operasional : Penanggung jawab marketing Tefa memiliki standar:

1.     Penanggung jawab Tefa memiliki SK yang diterbitkan oleh Kepala Sekolah

2.     Tefa telah menjalin relasi dengan industri

3.     Tefa memiliki omzet penjualan order

Frekuensi Pengumpulan Data :  1 Semester
Periode Analisa :  1 Tahun
Numerator :  Jumlah kriteria standar penanggung jawab marketing yang dipenuhi oleh Tefa
Denominator :  Jumlah kriteria standar penanggung jawab marketing Tefa
Standar :  100%

 

 

  1. Produk jasa yang dihasilkan
Indikator : 1.5.1 Produk/jasa yang dihasilkan sesuai standar dan sesuai dengan kebutuhan internal
Tujuan : Bertujuan untuk menyediakan kebutuhan internal, insedental maupun kontinyu dan agar kulitas produk/jasa yang dihasilkan selalu baik/standar
Definisi Operasional : Produk hasil praktik terstandar, baik produk setengah jadi atau jadi, kualitas sesuai dan delivery time sesuai
Frekuensi Pengumpulan Data : Setiap semester
Periode Analisa : Setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang sesuai standar dan sesuai dengan kebutuhan internal SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan oleh SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

Indikator : 1.5.2 Produk/jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar
Tujuan : bertujuan agar produk/jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar dan berkompetisi dengan produk/jasa lain yang sejenis
Definisi Operasional : Produk/jasa dapata berkompetisi di pasar baik dari sisi harga, kualitas delivery, dan penilaian pasar. Omzet penjualan meningkat, harga tawar produk/jasa mampu berkompetisi dengan produk dari industri/masyarakat
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang dapat diterima dan bersaing dipasaran
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan oleh SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

Indikator : 1.5.3 Delivery produk/jasa tepat waktu
Tujuan : Delivery time tepat waktu dapat membuat customer puas dan dapat menghasilkan pembelian yang berkelanjutan, selain itu juga bertujuan untuk menurunkan komplain dari customer sampai nol
Definisi Operasional : Delivery time selalu tepat, sesuai dengan permintaan customer, customer complaint relatif rendah sampai nol
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang didelivery tepat pada waktunya
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan oleh SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

Indikator : 1.5.4 Qualitas produk/jasa yang dihasilkan sesuai standar dan harga yang diberikan dapat bersaing dengan produk/jasa sejenis di pasaran
Tujuan : Memastikan agar produk/jasa yang dihasilkan selalu memenuhi keberterimaan pasar baik dari segi kualitas, kuantitas maupun dari segi harga
Definisi Operasional : Jumlah order yang masuk mendekati kapasitas produksi, harga produk setingkat dengan produk yang sama dari industri/masyarakat atau diterima
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang memenuhi keberterimaan pasar
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan oleh SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

Indikator : 1.5.5 Produk/jasa memiliki quality control yang sesuai standar
Tujuan : Memastikan agar hasil produk/jasa dapat diterima pasar dan memiliki nilai reject dibawah atau sama dengan 5%
Definisi Operasional : Produk/jasa yang dihasilkan memiliki nilai reject dibawah atau sama dengan 5%
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang memiliki nilai reject dibawah atau sama dengan 5%
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan oleh SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

  1. SDM yang dimiliki Teaching Factory
Indikator : 1.6.1 Kompetensi SDM teachinf factory sesuai standar tefa
Tujuan : Bertujuan agar pelaksanan tefa dapat berjalan dengan baik karena SDM tefa memiliki pengalaman industri/jasa dari industri dan kemampuan praktik dalam teaching factory
Definisi Operasional : SDM tefa diharapkan pernah magang dan pernah bekerja pada lini produksi di industri, ada produk yang sudah dikerjakan di instansi pendidikan vokasi, kemampuan memecah atau merinci suatu produk/jasa menjadi elemen kompetensi pembelajaran praktik
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah SDM tefa yang memiliki kompetensi sesuai standar tefa
Denominator : Jumlah SDM tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 100%

 

Indikator : 6.1.2 Jumlah dan kesesuain SDM untuk menjalankan tefa sudah memenuhi
Tujuan : Bertujuan agar jumlah minimal SDM tefa yang dibutuhkan dapat dipenuhi, sehingga distribusi pekerjaan dan kewenangan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan SOP
Definisi Operasional : Jabatan dalam struktur organisasi pengelolaan tefa sudah ditempati oleh orang yang sesuai, seperti misalnya tefa manajer, marketing, keuangan, kurikulum, dll
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah jabatan dalam struktur organisasi pengelolaan tefa yang sudah terisi dengan SDM tefa yang sesuai
Denominator : Jumlah jabatan dalam struktur organisasi pengelolaan tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 6.1.3 SDM tefa memiliki motivasi untuk menjalankan tefa
Tujuan : Bertujaun agar SDM tefa memiliki motivasi untuk menjalankan teaching factory sesuai dengan ekspetasi
Definisi Operasional : Motivasi yang baik yang dimiliki masing-masin SDM tefa membuat kegiatan tefa terlaksana dengan baik, dan kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan tefa seperti (dana, waktu, resources) dapat diatasi dengan baik
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah SDM yang memiliki motivasi dalam melaksanakan tefa di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah SDM tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 6.1.4 SDM tefa memiliki kemampuan inovasi
Tujuan : Tujuan dari SDM tefa yang memiliki kemampuan inovasi adalah agar permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tefa dapat diatasi dengan baik
Definisi Operasional : Kemampuan berinovasi diimplementasikan dan diintegrasikan dalam kegiatan tefa, sehingga masalah-masalah yang timbul dalam implementasi tefa mampu diatasi dengan baik. Produk/jasa mampu dikembangkan sesuai dengan ekspetasi pasar
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah SDM yang memiliki inovasi dalam melaksanakan tefa di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah SDM tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 6.1.5 SDM tefa memiliki team work yang saling mendukung
Tujuan : Teamwork yang saling mendukung bertujuan agar pelaksanaan tefa dapat berlangsung dengan efektif dan efisien
Definisi Operasional : Team work yang bagus mengindikasikan antar SDM tefa saling bekerja sama, saling membantu dan saling menguatkan, sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan efektif dan efisien
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahu
Numerator : Jumlah SDM tefa yang mampu bekerja sama dengan SDM tefa lainnya dalam pelaksanaan tefa di SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah SDM tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1
  1. Hubungan Industri yang dimiliki Tefa
Indikator : 7.1.1 Memiliki bentuk kerja sama sesuai standar tefa
Tujuan : Bertujuan agar produksi/jasa atau job order dari kegiatan tefa dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan
Definisi Operasional : Adanya kegiatan produksi/jasa yang berhubungan langsung dengan kuota job order secara berkelanjutan dari industri dan dapat dijadikan materi praktik untuk pemenuhan kompetensi
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah kerjasama tefa yang telah dilaksanakan SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah kerjasama tefa yang dimiliki SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 7.1.2 Pelaksanaan tefa didasarkan pada project work
Tujuan : Bertujuan agar produk/jasa yang dihasilkan dalam pelaksanaan tefa didasarkan pada solusi dari masalah, manfaat dan pertimbangan secara ekonomis (observasi, desain, produksi)
Definisi Operasional : Pelaksanaa tefa yang didasarkan pada project work berarti poduk/proses yang dihasilkan dari pelaksanaan tefa berbasis permasalahan/inovasi industri. Produk/jasa yang dihasilkan merupakan solusi dari masalah, manfaat dan pertimbangan secara ekonomis. (observasi, desain, produksi)
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkand dari kegiatan tefa yang telah berbasis permasalahn/inovasi industri
Denominator : Jumlah produk/jasa yang dihasilkan dari kegiatan tefa di SMKN 1 Sambilegi
Standar : 1

 

Indikator : 7.1.3 Adanya transfer teknologi dari industri ke SMKN
Tujuan : Adanya transfer teknologi konkrit dari industri ke institusi, akan berdampak positif bagi perkembangan teknologi/jasa di industri
Definisi Operasional : Ada kerjasama nyata antar industri dan institusi seperti order dari industri (barang/jasa) disertai dengan tenaga ahli dari industri untuk pelatihan, dll. Kerjasama yang ideal adalah kerjasama yang menguntungkan untuk semua pihak (siswa, institusi, dan industri)
Frekuensi Pengumpulan Data : setiap semester
Periode Analisa : setahun
Numerator : Jumlah teknologi konkrit dari industri yang sudah di transfer ke SMKN 1 Sambilegi
Denominator : Jumlah teknologi konkrit di industri
Standar : 1

 

Setelah kita membahas mengenai penyusunan standart minimal (SPM) SMKN Part IIB. Artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai BAB III yaitu Rencana Pencapaian SPM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *