Sistematika Penyusunan Renstra SMKN PART IV

Sistematika Penyusunan Renstra SMKN PART IVA.  Artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai Renstra pada BAB 2 pada sub bab sumber daya manusia, keuangan dan sarana dan prasarana. Selanjutnya kita akan membahas  BAB III dan sub bab A. Bab III terdiri dari:

  1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan fungsi Pelayanan
  2. Telaah Visi, Misi dan Program Kepala daerah
  3. Telaah renstra KL
  4. Telaah Renstra Tata Ruang Wilayah dan KLHS
  5. Penentuan Isu-Isu Strategis Identifikasi Permasalahan berdasar Tugas dan Fungsi Pelayanan

Dibawah ini adalah contoh dokumen untuk BAB III untuk SUB BAB A.

 

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS SMKN 1 SAMBILEGI

 

  1. IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN

  • Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Analisis SWOT

Identifikasi permasalahan dapat dilakukan menggunakan berbagai macam metode analisis bisnis seperti model canvas, fishbone dan SWOT. Untuk identifikasi permasalahan di SMKN 1 Sambilegi menggunakan analisis SWOT.

  • Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah suatu metode perencanaan strategis untuk dapat mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam usaha mencapai tujuan, yaitu kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats), baik itu tujuan jangka pendek maupun pada jangka panjang. Analisis SWOT ini berperan penting karena tujuannya untuk membuat kerangka suatu situasi dan kondisi dalam suatu organisasi dari sudut pandang SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats).

Berikut merupakan Analisis SWOT dari SMKN 1 Sambilegi:

Faktor Internal

Hasil identifikasi faktor internal dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Pelayanan
    • Tersedianya sarana pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui Teaching Factory (TEFA) pada semua kompetensi keahlian untuk menghasilkan tamatan yang kompeten sesuai kebutuhan industri.
    • Adannya komitmen pemimpin tentang kebijakan pelayanan SMKN.
    • Kurangnya kerjasama antar kompetensi keahlian masih memerlukan peningkatan terutama terkait dengan implementasi program sekolah yang pelaksanaannya membutuhkan kerjasama dan kebersamaan antar kompetensi keahlian.
    • Pengembangan program kerja tahunan masih belum mengacu pada perencanaan strategis jangka menengah, mengakibatkan keberlanjutan program dari tahun ke tahun sesuai dengan rencana jangka menengah kurang tercapai dan belum mampu mengantisipasi perkembangan yang berlangsung di masyarakat.
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
    • Kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki oleh SMKN 1 Sambilegi sangat memadai, sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan pekerjaan berdasarkan tupoksi organisasi, dilengkapi dengan kualifikasi akademik dan keterampilan yang sesuai bagi upaya pengembangan layanan Pendidikan.
    • Efektivitas dan efisiensi pengelolaan organisasi yang mampu menciptakan budaya kerja yang produktif dan iklim organisasi yang kondusif di lingkungan SMKN 1 Sambilegi
    • Pemerataan penempatan dan alokasi sumberdaya manusia pada berbagai Kompetensi keahlian masih kurang karena tidak ada penerimaan pegawai negeri sipil dan masih menghandalkan pendidik honorer atau pendidik tidak tetap, mengakibatkan adanya perbedaan produktivitas dan hasil kerja pada masing-masing kompetensi keahlian di lingkungan SMKN 1 Sambilegi.
    • Pada beberapa implementasi program masih kurang jelas dan tegas dalam pelimpahan wewenang dari tingkat pimpinan kepada bawahan, serta kekurangsesuaian penunjukan bidang atau sub bagian untuk melaksanakan program-program kerja yang dilaksanakan.

 

  1. Sarana dan Prasarana
    • Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai faktor pendukung bagi pengembangan program-program layanan Pendidikan.
    • Tingginya penerapan teknologi dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang mampu meningkatkan produktivitas sumberdaya manusia di lingkungan SMKN 1 Sambilegi.
  2. Keuangan dan Akuntansi
    • Keterbatasan anggaran operasional (Listrik, Air, Internet, Kebersihan, dll) serta kualitas perencanaan, monitoring dan evaluasi belum optimal
    • Rendahnya gaji/jasa pelayanan pegawai non PNS

Faktor Eksternal

Identifikasi faktor eksternal dilakukan secara profesional judgement terhadap 4 (empat) bidang yang dianggap berpengaruh bagi SMKN untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihapai saat ini. Dari hasil pengamatan yang dilakukan diperoleh hasil identifikasi faktor eksternal sebagai berikut:

  1. Kondisi Geografis
  • Lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat karena berada di tengah pemukiman padat penduduk.
    1. Karateristik Penduduk
      • Makin meningkatnya kebutuhan, kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai faktor penentu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan harapan untuk meraih keberhasilan di masa depan.
      • Tuntutan kebutuhan masyarakat atas layanan pendidikan baik dari sisi kuantitas dan kualitas yang makin meningkat, serta makin meningkatnya sikap kritis masyarakat atas berbagai kebijakan dan implementasi program pendidikan, memerlukan kepekaan untuk memahami dinamika perkembangan.
    2. Pesaing
      • SMKN yang ada di wilayah DIY yang memiliki jurusan/ kompetensi keahlian Pariwisata, Perhotelan dan Katering masih sedikit jumlahnya.
      • Satu-satunya SMKN yang memiliki Hotel untuk menunjang keahlian perhotelan.
    3. Regulasi
      • Arah kebijakan yang kurang menentu dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengakibatkan banyak perubahan keputusan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, dan pengembangan serta implementasi program yang terkesan kurang mengacu pada perencanaan jangka menengah dan bersifat parsial kurang memiliki keterkaitan yang komprehensif dengan visi dan misi yang telah dikembangkan.
      • Adanya Inpress No 9 Tahun 2013 tentang Revitalisasi Pendidikan Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia. Salah satu cara dalam melakukan Revitalisasi SMK adalah dengan menerapkan pembelajaran Teaching Factory (TEFA).  Pembelajaran melalui Teaching Factory bertujuan untuk menumbuhkembangkan  karakter dan etos Kerja yang di butuhkan Dunia Usaha Dunia Industri.
    4. Matriks Grand Strategy

Matrik ini merupakan matrik penjelasan analisis SWOT yang terdiri dari IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary) dan EFAS (Eksternal Strategic Factor Analysis Summary). Di mana matrik ini dinilai berdasarkan nilai bobot dan nilai rating, sebagai berikut:

Nilai Bobot =  0 tidak penting sampai dengan angka 1 = sangat penting

Masing-masing faktor diberi bobot mulai dari 0 yang berarti sangat tidak penting sampai dengan 1 yang berarti sangat penting. Semua bobot tersebut jumlah/ skor total harus sama dengan 1 (100%) untuk masing-masing IFAS dan EFAS. Nilai-nilai tersebut secara implisit menunjukkan angka presentase tingkat kepentingan faktor tersebut.

Nilai Rating sebagai berikut:

1 = kurang berpengaruh

2 = cukup berpengaruh

3 = berpengaruh

4 = sangat Berpengaruh

Masing-masing faktor diberi nilai rating dengan skala mulai dari 1 (Satu) untuk faktor yang sangat rendah sampai dengan 4 (empat) untuk faktor yang sangat tinggu. Hal ini dilihat berdasarkan tingkat pengaruh yang diberikan faktor tersebut dalam pengembangan instansi. Semakin besar pengaruh yang diberikan, maka semakin tinggi nilai ratingnya. Sebaliknya, semakin kecil pengaruh yang diberikan, maka semakin rendah nilai ratingnya.

Skor = kalikan nilai bobot dan rating ke dalam pengisian nilai skor

Jumlah total nilai skor untuk masing-masing kelebihan dan kelemahan pada IFAS dan EFAS. Hitung selisih kelebihan dan kelemahan pada masing-masing IFAS dan EFAS. Rincian penilaian aspek internal dan eksternal Puskesmas Sambilegi dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Faktor Strategis Lingkungan Internal
No Faktor Strategis Lingkungan Internal BOBOT RATING SKOR
  KEKUATAN
  Aspek Pelayanan
1 Tersedianya sarana pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui Teaching Factory (TEFA) pada semua kompetensi keahlian untuk menghasilkan tamatan yang kompeten sesuai kebutuhan industri. 1 4 4
2 Adanya komitmen pemimpin tentang kebijakan pelayanan SMKN. 0.5 4 2
  Aspek SDM
1 Kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki oleh SMKN 1 Sambilegi sangat memadai, sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan pekerjaan berdasarkan tupoksi organisasi, dilengkapi dengan kualifikasi akademik dan keterampilan yang sesuai bagi upaya pengembangan layanan Pendidikan. 0.5 4 2
2 Efektivitas dan efisiensi pengelolaan organisasi yang mampu menciptakan budaya kerja yang produktif dan iklim organisasi yang kondusif di lingkungan SMKN 1 Sambilegi 0.3 3 0.9
  Aspek Sarana dan Prasarana
1 Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai faktor pendukung bagi pengembangan program-program layanan Pendidikan. 1 4 4
2 Tingginya penerapan teknologi dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang mampu meningkatkan produktivitas sumberdaya manusia di lingkungan SMKN 1 Sambilegi. 0.6 4 2.4
TOTAL KEKUATAN 3.9 23 15.3
 
  KELEMAHAN
  Aspek Pelayanan
1 Kurangnya kerjasama antar kompetensi keahlian masih memerlukan peningkatan terutama terkait dengan implementasi program sekolah yang pelaksanaannya membutuhkan kerjasama dan kebersamaan antar kompetensi keahlian. 0.3 4 1.2
2 Pengembangan program kerja tahunan masih belum mengacu pada perencanaan strategis jangka menengah, mengakibatkan keberlanjutan program dari tahun ke tahun sesuai dengan rencana jangka menengah kurang tercapai dan belum mampu mengantisipasi perkembangan program. 0.5 4 2
  Aspek SDM
1 Pemerataan penempatan dan alokasi sumberdaya manusia pada berbagai Kompetensi keahlian masih kurang karena tidak ada penerimaan pegawai negeri sipil dan masih menghandalkan pendidik honorer atau pendidik tidak tetap, mengakibatkan adanya perbedaan produktivitas dan hasil kerja pada masing-masing kompetensi keahlian di lingkungan SMKN 1 Sambilegi. 1 4 4
2 Pada beberapa implementasi program masih kurang jelas dan tegas dalam pelimpahan wewenang dari tingkat pimpinan kepada bawahan, serta kekurangsesuaian penunjukan bidang atau sub bagian untuk melaksanakan program-program kerja yang dilaksanakan; 0.3 3 0.9
  Aspek Keuangan
1 Keterbatasan anggaran operasional (Listrik, Air, Internet, Kebersihan, dll)  serta kualitas perencanaan, monitoring dan evaluasi belum optimal 1 4 4
2 Rendahnya gaji/jasa pelayanan pegawai non PNS 0.6 3 1.8
TOTAL KELEMAHAN 3.7 22 13.9
TOTAL KEKUATAN – KELEMAHAN 7.6 45 1.4
Faktor Strategis Lingkungan Eksternal
No Faktor Strategis Lingkungan Eksternal BOBOT RATING SKOR
  PELUANG
  Aspek Kondisi Geografis
1 Lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat karena berada di tengah pemukiman padat penduduk. 0.6 3 1.8
  Aspek Karakteristik Penduduk
1 Makin meningkatnya kebutuhan, kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai faktor penentu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan harapan untuk meraih keberhasilan di masa depan. 0.5 4 2
  Aspek Pesaing
1 Satu-satunya SMKN yang memiliki Hotel untuk menunjang keahlian perhotelan. 1 4 4
  Aspek Regulasi
1 Adanya Inpress No 9 Tahun 2013 tentang Revitalisasi Pendidikan Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia.  Salah satu cara dalam melakukan Revitalisasi SMK adalah dengan menerapkan pembelajaran Teaching Factory (TEFA).  Pembelajaran melalui Teaching Factory bertujuan untuk menumbuhkembangkan  karakter dan etos Kerja yang di butuhkan Dunia Usaha Dunia Industri. 0.6 4 2.4
TOTAL PELUANG 2.7 15 10.2
 
  ANCAMAN
  Aspek Karakteris Penduduk
1 Tuntutan kebutuhan masyarakat atas layanan pendidikan baik dari sisi kuantitas dan kualitas yang makin meningkat, serta makin meningkatnya sikap kritis masyarakat atas berbagai kebijakan dan implementasi program pendidikan, memerlukan kepekaan untuk memahami dinamika perkembangan. 0.6 4 2.4
2 0
  Aspek Pesaing
1 Terdapat SMKN di wilayah DIY yang memiliki jurusan/ kompetensi keahlian Pariwisata, Perhotelan dan Katering. 1 4 4
  Aspek Regulasi
1 Arah kebijakan yang kurang menentu dari Kementerian Pendidikan dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, dan pengembangan serta implementasi program yang terkesan kurang mengacu pada perencanaan jangka menengah dan bersifat parsial kurang memiliki keterkaitan yang komprehensif dengan visi dan misi yang telah dikembangkan.Kebudayaan yang mengakibatkan banyak perubahan keputusan 0.5 3 1.5
TOTAL ANCAMAN 2.1 11 7.9
TOTAL PELUANG – ANCAMAN 4.8 26 2.3
  • Analisis Matriks Grand Strategy

Berdasarkan hasil analisis SWOT pada tabel 3.1 dan tabel 3.2 yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Peluang (Opportunities) mendapat nilai: 10.2
  • Ancaman (Threats) mendapat nilai: 7.9
  • Kekuatan (Strength) mendapat nilai: 15.3
  • Kelemahan (Weakness) mendapat nilai: 13.9

Hasil analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, maka posisi Puskesmas dalam matriks SWOT sebagai berikut:

STRENGTH POSTURE: Strength – Weakness = 1.4

COMPETITIVE POSTURE: Oppurtunities – Therats = 2.3

Berdasarkan nilai strength posture dan competitive posture, maka posisi SMKN 1 Sambilegi dapat digambarkan pada Gambar di bawah ini

Gambar 3.1

Posisi SMKN 1 Sambilegi

 

 Keterangan:

: Koordinat aspek lingkungan internal dan eksternal

: Koordinat S-W = 1.4 dan O-T = 2.3

Selanjutnya dilakukan analisa untuk menentukan posisi SMKN 1 Sambilegi. Analisis tersebut dapat dijelaskan pada Tabel di bawah ini.

 Tabel 3.3
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats)
F. Intern Strength/ Kekuatan (S) Weakness/ Kelemahan (W)
F. Ekstern
Opportunity/ Kesempatan (O)  

SO

Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengambil keuntungan dari adanya kesempatan.

 

1.Mengoptimalkan mutu pelayanan melalui sistem manajemen mutu yang baik dan mempertahankan akreditasi yang baik

2.Mengoptimalkan kondisi sarana dan prasarana yang sudah dimiliki SMKN melalui pemeliharaan dan perawatan yang baik

3.Mengoptimalkan sarana pembelajaran melalui tefa dengan panduan SOP

4.Mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi.

5.Pengembangan kerjasama dengan sekolah aliansi dan DU/DI (Institusi Pasangan) baik dalam negeri maupun luar negeri.

6.Mengadakan program pelatihan / IHT sesuai dengan kebutuhan sekolah

WO

Menghasilkan strategi yang mengambil keuntungan dari kesempatan dengan cara mengatasi kelemahan

 

1.         Mengatasi keterbatasan jumlah tenaga pendidik pegawai tetap untuk meningkatkan mutu pelayanan SMKN

2.         Mengatasi keterbatasan anggaran operasional melalui peluang peningkatan pendapatan SMKN

3.         Mengatasi perencanaan strategis jangka menengah yang fluktuatif dengan cara selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah

Threat/ Ancaman (T) ST

Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman

 

1.     Mengoptimalkan penguasaan dan pemanfaatan teknologi untuk operasional pelayanan yang ada di SMKN 1 Sambilegi

2.     Mengoptimalkan penguasaan dan pemanfaatan teknologi untuk operasional pelayanan  TEFA yang ada di SMKN 1 Sambilegi

WT

Menghasilkan strategi yang meminimalisir kelemahan dan menghindari ancaman

 

1.      Mengatasi keterbatasan komunikasi antar kompetensi keahlian dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi terbaru

2.      Mengatasi rendahnya gaji/jasa pelayanan pegawai non PNS melaui kerjasama di bidang masing-masing dengan DU/DI

                                                                               

Berdasarkan analisis grand strategy dan diagram peluang maka SMKN 1 Sambilegi berada di kuadran I (mendukung strategi agresif) dengan menggunakan strategi SO dan menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengambil keuntungan dari adanya kesempatan.

Strategi yang digunakan oleh SMKN 1 Sambilegi adalah :

  1. Mengoptimalkan mutu pelayanan melalui sistem manajemen mutu yang baik dan mempertahankan akreditasi yang baik
  2. Mengoptimalkan kondisi sarana dan prasarana yang sudah dimiliki SMKN melalui pemeliharaan dan perawatan yang baik
  3. Mengoptimalkan sarana pembelajaran melalui TEFA dengan panduan SOP
  4. Mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi.
  5. Pengembangan kerjasama dengan sekolah aliansi dan DU/DI (Institusi Pasangan) baik dalam negeri maupun luar negeri.
  6. Mengadakan program pelatihan / IHT sesuai dengan kebutuhan sekolah untuk tenaga pendidik dan kependidikan

Setelah kita membahas mengenai “Sistematika Penyusunan Renstra SMKN PART IVA” yaitu Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan fungsi Pelayanan. Selanjutnya kita akan membahas mengenai sub tema “Telaah Visi, Misi dan Program Kepala daerah”.

Syncore

By syncore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WORKSHOP PPK BLUD (OKTOBER - DESEMBER)