
Gambar 1. Ilustrasi penyusunan laporan keuangan, Freepik.com
Kenapa Laporan Keuangan BLUD Itu Penting?
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki peran penting dalam memberikan layanan kepada masyarakat, seperti rumah sakit dan puskesmas. Walaupun BLUD tidak berfokus pada keuntungan, tetapi harus mengelola keuangan secara baik dan transparan. Laporan keuangan BLUD ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat. Supaya dalam penyusunannya tidak asal, ada aturan yang mengatur, yaitu pasal 99 Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD.
BLUD memiliki kewajiban dalam menyusun laporan keuangan sesuai dengan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 sebagai pedoman utama dalam pengelolaan keuangan. Melalui penerapan aturan tersebut, BLUD diharapkan dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya, mudah dipahami, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Kepatuhan terhadap Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 juga menjadi bentuk pertanggungjawaban BLUD kepada publik atas pengelolaan dana yang digunakan untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Apa itu BLUD dan Bagaimana Sistem Keuangannya?
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan unit kerja pemerintah daerah yang diberikan fleksibilitas dalam mengelola keuangannya. Standar akuntansi yang digunakan oleh Badan Layanan Umum Daerah yaitu Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). BLUD dapat lebih leluasa dalam menggunakan dananya untuk meningkatkan pelayanan.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, BLUD menggunakan sistem akuntansi berbasis akrual. Jadi, transaksi dicatat saat transaksi terjadi, bukan saat uang masuk atau keluar. Dengan sistem akrual ini membuat laporan keuangan lebih menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Gambar 2. Ilustrasi Laporan Keuangan, Freepik.com
Komponen Laporan Keuangan BLUD
Sesuai dengan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD, laporan keuangan BLUD terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:
- Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
LRA merupakan laporan yang menunjukkan perbandingan antara anggaran yang telah ditetapkan dengan realisasi pelaksanaannya selama satu periode. Tujuan LRA adalah untuk menilai apakah penggunaan anggaran sudah sesuai dengan rencana dan sebagai alat kontrol keuangan pemerintah.
- Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)
LPSAL menunjukan perubahan saldo anggaran lebih selama periode tertentu. Laporan ini memiliki kaitan erat dengan pengelolaan sisa anggaran pemerintah.
- Laporan Operasional (LO)
LO menyajikan seluruh kegiatan operasional pemerintah selama satu periode berdasarkan basis akrual. Laporan ini digunakan untuk mengetahui kinerja ekonomi pemerintah secara nyata.
- Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan pemerintah pada suatu periode tertentu. Tujuannya adalah memberikan gambaran tentang kekayaan dan kewajiban yang dimiliki.
- Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
LPE menggambarkan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan ini membantu dalam memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi naik turunnya ekuitas.
- Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyajikan informasi tentang aliran kas masuk dan kas keluar selama satu periode. Seperti aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Tujuan dari laporan arus kas yaitu untuk mengetahui kemampuan dalam mengelola kas dan memenuhi kewajiban yang dimiliki.
- Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
CaLK berisi penjelasan rinci dan tambahan atas laporan keuangan utama. Seperti kebijakan akuntansi yang digunakan, penjelasan mengenai angka-angka dalam laporan, dan informasi penting lainnya. CaLK sangat penting agar laporan keuangan lebih mudah dipahami dan transparan.
Bagaimana Penerapannya di Lapangan?
Dalam praktiknya, penerapan aturan ini terlihat dari bagaimana BLUD mencatat dan menyajikan laporan keuangannya secara lebih profesional dan berbasis akrual sesuai Permendagri Nomor 79 Tahun 2018. Misalnya, pendapatan dari layanan kesehatan di rumah sakit tidak lagi menunggu kas diterima, tetapi langsung diakui saat layanan diberikan kepada pasien. Hal yang sama berlaku untuk beban atau biaya, yang dicatat saat kewajiban muncul, seperti saat obat digunakan atau jasa tenaga medis telah diberikan. Pendekatan ini membuat laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi sebenarnya, bukan sekadar aliran kas.
Selain itu, BLUD juga dituntut untuk menyusun laporan keuangan secara lengkap, mulai dari LRA, LO, Neraca, hingga CaLK, dan dilakukan secara konsisten setiap periode. Konsistensi ini penting agar laporan dapat dibandingkan dari tahun ke tahun, sehingga memudahkan pihak manajemen maupun pemerintah daerah dalam mengevaluasi kinerja dan mengambil keputusan. Dengan penyajian yang transparan dan terstruktur, laporan keuangan BLUD tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga alat penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.