Pelatihan Penyusunan RBA Puskesmas BLUD Dinas Kesehatan Kutai Barat pada 21–22 Agustus 2025 sukses digelar di Yogyakarta. Pelatihan tersebut diikuti oleh 18 puskesmas dan Dinas Kesehatan. Pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat tata kelola keuangan puskesmas sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dengan menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) secara tepat, setiap puskesmas dapat mengelola keuangan lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Ibu Dr. dr. Ritawati Sinaga M.Si membuka kegiatan dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Harapannya dari pelatihan ini adalah kita bersama dapat membawa manfaat, meningkatkan mutu layanan, dan dapat membina BLUD secara efektif dan efisien”. Pesan ini tidak hanya menjadi arahan, tetapi juga motivasi agar seluruh peserta benar-benar memahami urgensi penyusunan RBA bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan. Pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat Kutai Barat.
Penguatan Tata Kelola BLUD
Pada hari pertama, Bapak Niza Wibyana Tito., M. Kom., M.M., M.Ak., CAAT hadir sebagai narasumber utama, dengan pengalaman mendampingi ribuan instansi BLUD di seluruh Indonesia. Beliau menyampaikan materi seputar pengantar BLUD, Perkada penguatan BLUD, tata kelola, hingga dokumen RBA. Peserta menunjukkan antusiasme dengan menyimak materi secara cermat serta berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi interaktif berlangsung ketika peserta mengangkat kendala regulasi yang kerap membingungkan, terutama terkait fleksibilitas keuangan BLUD.
Narasumber menekankan bahwa fleksibilitas tersebut harus dijalankan dengan prinsip transparansi, efisiensi, produktivitas, dan akuntabilitas. Pemahaman ini penting agar puskesmas tidak sekadar menyusun dokumen formal, tetapi juga mampu menjadikan RBA sebagai instrumen pengendali dalam mencapai target pelayanan kesehatan. Bapak Tito juga menyoroti pentingnya Perkada sebagai landasan hukum penguatan BLUD. Dengan regulasi yang jelas, puskesmas dapat lebih leluasa mengembangkan inovasi pelayanan tanpa harus terhambat birokrasi yang kaku.
Praktik Penyusunan Dokumen RBA
Hari kedua pelatihan penyusunan RBA dipandu oleh Ibu Yuni Pratiwi, M.Ak, yang membawakan materi mengenai teknik penyusunan dokumen RBA serta sistematikanya. Pada sesi ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung menyusun dokumen RBA. Peserta dibimbing menyusun draft RBA masing-masing puskesmas dengan pendampingan tim konsultan. Peserta menyadari bahwa penyusunan RBA membutuhkan ketelitian, logika perencanaan, serta pemahaman yang baik tentang kebutuhan layanan kesehatan. Diskusi hari kedua semakin aktif karena peserta membawa kasus nyata dari puskesmas. Tim konsultan membantu memberikan solusi aplikatif sehingga hasil pelatihan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
Syncore Indonesia Hadir Sebagai Solusi
Sebagai mitra yang berpengalaman dalam mendampingi banyak institusi pemerintah, Syncore Indonesia berkomitmen mendukung transformasi tata kelola keuangan BLUD melalui pelatihan penyusunan RBA. Dalam pelatihan ini, Syncore menghadirkan metode pembelajaran yang komprehensif yaitu kombinasi teori, praktik, simulasi, hingga pendampingan langsung. Syncore Indonesia memperkenalkan software Syncore e-BLUD yang memudahkan proses penyusunan laporan keuangan secara digital. Dengan aplikasi ini, puskesmas tidak perlu lagi bergantung pada pencatatan manual yang rawan kesalahan. Ditambah dengan layanan helpdesk Financial Services Consultant (FSC), peserta mendapatkan dukungan teknis setiap saat menghadapi kendala. Jika Anda ingin belajar secara sistematis sekaligus mendapatkan pendampingan langsung dalam menyusun RBA bersama konsultan berpengalaman, jangan ragu untuk menghubungi kami di 081-804-900-800 (Partnership BLUD) dan raih kemudahan dalam perencanaan keuangan BLUD.
