
Foto bersama peserta pelatihan kelas pertama (4/2/2026). Dok: Syncore Indonesia.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan BLUD Melalui Training Peningkatan Kapasitas SDM yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kemitraan antara Syncore Indonesia dan BSI Region X Makassar, yang diselenggarakan di BSI UMKM Center Makassar.
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan BLUD pada berbagai tingkat kematangan pengelolaan keuangan. Kehadiran Konsultan Syncore Indonesia tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menyesuaikan pendekatan pelatihan dengan kondisi dan pengalaman masing-masing peserta.
Dua Karakter Kelas, Pendekatan yang Berbeda
Pelatihan dibagi ke dalam dua kelas dengan karakter peserta yang berbeda. Kelas pertama dilaksanakan pada 4–5 Februari 2026 yang diikuti oleh RSUD Kabupaten Sinjai, RSUD Kabupaten Gowa, RSUD Kabupaten Bulukumba, Puskesmas Kabupaten Sinjai, serta Labkesda Kabupaten Sinjai. Peserta pada kelas pertama didominasi oleh instansi yang baru menerapkan BLUD, namun terdapat satu instansi yang telah mengimplementasikan BLUD sejak lama, yaitu RSUD Kabupaten Bulukumba. Oleh karena itu, fokus pelatihan pada kelas ini diarahkan untuk membantu peserta melewati masa peralihan dari pola pengelolaan keuangan konvensional menuju tata kelola BLUD.
Sementara itu, kelas kedua berlangsung pada 5–6 Februari 2026 dan diikuti oleh peserta dari RSUD Kabupaten Luwu Timur. Rumah sakit ini telah menerapkan BLUD lebih dari 10 tahun, sehingga pelatihan difokuskan pada penyelarasan praktik yang sudah berjalan serta pembaruan terhadap kebijakan dan ketentuan terbaru. Pendekatan ini membuat materi tetap relevan bagi peserta yang telah berpengalaman.

Foto bersama peserta pelatihan kelas kedua (6/2/2026). Dok: Syncore Indonesia.
Materi Terstruktur Berbasis Regulasi
Pelatihan menghadirkan Pakar BLUD, Niza Wibyana Tito, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun dalam pendampingan BLUD, materi disusun secara runtut dan kontekstual. Pembahasan dimulai dari filosofi BLUD dan fleksibilitas yang melekat di dalamnya, kemudian dilanjutkan dengan tata kelola BLUD secara umum.
Fokus utama diarahkan pada tata kelola keuangan BLUD, meliputi perencanaan, penatausahaan keuangan, pelaporan keuangan, hingga pelaporan kinerja. Seluruh materi diselaraskan dengan pedoman pengelolaan keuangan BLUD yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh dan sesuai ketentuan.
Simulasi untuk Memperkuat Pemahaman Tata Kelola BLUD
Untuk memastikan materi tidak berhenti pada tataran konsep, pelatihan dilengkapi dengan simulasi tata kelola keuangan BLUD menggunakan aplikasi Syncore e-BLUD. Peserta diajak mencoba langsung aplikasi tersebut dengan menggunakan data dari masing-masing instansi.
Melalui simulasi ini, peserta dapat melihat secara jelas alur pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga penyusunan format pertanggungjawaban dan laporan. Proses ini membantu peserta memahami keterkaitan antar tahapan serta meminimalkan kesalahan dalam praktik sehari-hari.

Simulasi pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi Syncore e-BLUD (5/2/2026). Dok: Syncore Indonesia.
Kolaborasi yang Menguatkan Praktik Pengelolaan BLUD
Diskusi yang berlangsung selama pelatihan berjalan aktif dan reflektif. Peserta dari BLUD yang baru menerapkan maupun yang telah lama berjalan saling bertukar pengalaman. Dalam proses tersebut, Konsultan Syncore Indonesia berperan sebagai mitra dialog yang membantu menyelaraskan praktik tata kelola BLUD dengan perkembangan kebijakan terbaru.
Kemitraan dengan BSI Region X Makassar menunjukkan bahwa penguatan BLUD memerlukan kolaborasi lintas sektor. Perbankan, pemerintah daerah, dan konsultan memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem pengelolaan keuangan yang sehat. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh ruang belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga reflektif terhadap praktik yang sudah berjalan.
Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah. Dengan kapasitas SDM yang semakin baik, BLUD diharapkan mampu mengelola keuangan secara akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik. Dalam proses tersebut, keberadaan Konsultan Syncore Indonesia menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong tata kelola BLUD yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Sesi pemaparan materi oleh Pakar BLUD (4/2/2026). Dok: Syncore Indonesia.